Belanja online atau offline? perhatikan 5 hal ini ya

Saturday, April 30, 2022


Belanja online ataupun offline memiliki sisi plus-minusnya masing-masing. Dan menurutku, setiap orang yang melakukan jual beli secara online maupun offline sudah paham kedua sisi tersebut berdasarkan pengalaman masing-masing.

Jadi, ga bisa disamaratakan gitu loh, menurutku.. misal nih, si A suka belanja online karena menurut dia ga ribet dan ga perlu panas-panasan. Tapi bagi si B belanja online itu ruwet, karena memakan waktu lama untuk prosesnya, belum lagi harus bayar via kasir minimarket karena ga punya mbanking, dsb.

Secara umum, sisi plus dan minusnya belanja online maupun offline mungkin sama bagi semua orang. Tapi secara khususnya, tentu tidak.

Sebagai orang yang masih melakukan keduanya baik belanja online maupun offline, aku biasanya memikirkan 5 hal dibawah ini sebelum memutuskan membeli suatu barang.

1. Selisih harga barang

Ini yang paling penting menurutku, selisih harga barang antara beli online dengan beli secara offline. Terkadang nih, beli online lebih menggiurkan karena banyaknya promo dan potongan harga yang ditawarkan. Tapi, walaupun banyaknya potongan harga di ecommerce belum cukup untukku memutuskan beli secara online, karena biasanya aku juga akan mempertimbangkan ongkir. Karena ongkir akan mempengaruhi totalan harga bersih yang harus kita keluarkan.

2. Waktu pengiriman

Karena aku tinggal di daerah, sementara banyak penjual berasal dari kota besar seperti Jabodetabek. Barang pembelian onlineku biasanya akan datang sekitar 2-3 hari setelah pemesanan. Waktu pengiriman ini jadi pertimbangan apabila, barang yang ingin kubeli itu adalah kebutuhan yang mendesak. Jika dalam waktu kurang dari 5 hari barang tersebut aku akan pakai, maka aku lebih baik beli offline saja. Jadi aku ga khawatir berlebihan hanya untuk menunggu barang datang.

3. Ongkos kirim vs ongkos bensin

Apabila barang yang ingin kubeli ini ada disekitarku, maka aku akan menghitung biaya ongkir pembelian online tersebut worth it atau enggak. Kalau ternyata ongkirnya lebih mahal daripada beli offline, walaupun harus naik motor cukup jauh, ya aku akan memilih offline. hehe. irit to the max banget yaa.. Tapi ini ga berlaku kalau barangnya memang jarang atau ga ada di sekitarku, berapapun ongkirnya pasti aku checkout.

4. Jarak penjual

Dalam membeli barang online biasanya aku selalu check dimana penjual berada. Aku jarang banget beli sesuatu dari luar pulau atau luar negeri. hihi

5. Jenis barang

Jenis barang yang ingin aku beli tentu menentukan banget, apakah sebaiknya aku beli online atau offline. Untuk barang elektronik ataupun gadget, tentunya akan merasa lebih aman jika membeli offline langsung ke tokonya. Tapi walaupun begitu, aku juga pernah kok beli secara online.


5 cara agar uang THR terselamatkan

Thursday, April 28, 2022


Lebaran sebentar lagi.. wajah-wajah ceria mulai terlihat kembali. hihi

Karena apa tuh, hayo?

Alhamdulilah ya, THR mulai turun sejak pekan kemarin. Aku sebagai orang yang rumahnya dekat dengan pasar bisa lihat loh perbedaannya minggu-minggu sebelum THR turun dengan minggu saat THR mulai diberikan. Yang jelas nih pasar jadi lebih ramai, jalanan lebih padat, dan perputaran uang jadi lebih kencang.

Cairnya uang THR memang identik dengan belanja. Entah itu belanja baju baru, cemilan lebaran, jajan untuk isi hampers, dll. Pokoknya beli, beli, beli.

Ya ga salah juga sih, apalagi kalau masih ada orangtua dan saudara yang jarang bertemu karena berjauhan di tanah rantau. Mudik akan terasa kurang kalau tanpa beliin mereka oleh-oleh. Membahagiakan keluarga kan dapat pahala juga!

Tapi, bagaimanapun jangan sampai boncos ya. Apalagi lebaran tahun ini jatuh ditanggal muda, dan libur selesai di minggu pertama. Pertahanan keuangan harus tetap aman, biar setelah liburan hidup tetap baik-baik saja. hehe.

Nah, sekarang sebelum belanja coba deh perhatikan 5 cara dibawah ini agar uang THR terselamatkan.

1. Dahulukan kebutuhan

Membuat daftar kebutuhan dan keinginan untuk lebaran. Misal pengen gamis, tapi lebih butuh tas. Maka lebih baik mendahulukan kebutuhan. 

2. List anggota keluarga yang akan diberi hampers/salam tempel

Sebagai tante yang punya banyak keponakan, aku biasanya membuat daftar keponakan yang akan aku beri salam tempel. Selain itu aku juga punya daftar hampers untuk keluarga, biasanya untuk para sesepuh aja sih. 

3. Beli secara grosir

Karena isi hampersku bukan barang-barang estetik, alias isinya ya sembako atau camilan lebaran. Maka aku membelinya secara grosir. Misal, aku beli sirup 1 dus berisi 12 botol yang kemudian aku bagikan. harganya lebih murah dibanding beli eceran.

4. Sisihkan sebanyak gaji 1 bulan kedepan

Ini penting banget. Kalau bisa ya sisihkan gaji untuk 1 bulan kedepan, kalau tidak bisa minimal 3/4 gaji deh ya.. yang penting masih ada pegangan.

5. Ajarkan anak menyimpan uang THRnya sendiri

Anak-anak sering dapat salam tempel dari keluarga. Daripada disimpan ibu dan bikin catatan keuangan kacau, karena terkadang anak mintanya melebihi uang simpanannya. Maka lebih baik ajarkan anak untuk menyimpan uang sendiri di dompet terpisah dari milik ibu. Dan jika mereka akan membeli sesuatu, biarkan mereka memakai uangnya sendiri. Uang THR orangtua jadi aman deh.

Jadi begitulah caraku menyelamatkan uang THR yang ga seberapa ini, semoga bermanfaat yaa..

Resep kue bawang favorit para orangtua

Wednesday, April 27, 2022


Semenjak salah satu keluarga artis dalam negeri muncul membawakan cemilan kue bawang dalam konten youtubenya, nama kue ini pun melejit kembali kembali akhir-akhir ini. Kue kering yang memiliki citarasa gurih ini pun mulai banyak dicari, baik itu penjualnya maupun resepnya, apalagi di masa-masa Ramadan dan lebaran kali ini

Kue bawang termasuk salah satu kue kering yang terasa renyah, sedikit asin, dan gurih. Dinamakan kue bawang ya karena dalam proses pembuatannya, kue ini diberi bumbu bawang putih halus ataupun bubuk yang akan menambah wangi sedap yang mengundang selera. Tidak cukup rasanya makan sekali-dua kali kunyahan.

Karena memiliki citarasa yang gurih dan wangi sedap bawang putih, maka kue bawang bisa menjadi pilihan untuk isi toples kue lebaran nih. Aku yakin, para orangtua dari keluarga besar bisa menikmatinya juga, karena biasanya para sesepuh ini agak kurang suka kue kering manis.

Beberapa hari lalu pun ibuku memintaku untuk membuat kue bawang ini sebagai camilan buka puasa dan lebaran. Aku memakai resep kue bawang dari instagram @cookingwithhel yang mudah sekali diikuti.

Yuk, kita recook resepnya.

Bahan yang diperlukan:

500gr tepung terigu serba guna

100gr tepung tapioka

100gr margarin

1/2 blok keju cheddar

2 butir telur

1 bungkus santan instan ditambah air 65ml 

4 bawang putih haluskan atau bawang putih bubuk dikira-kira aja

cincangan seledri secukupnya

garam secukupnya (kalau suka lebih asin)

royco secukupnya

Bisa dilihat kan, bahan-bahan untuk bikin kue bawang ini cukup sederhana dan pastinya mudah didapatkan di toko bahan kue terdekat.

Sekarang lanjut cara bikinnya yuk.

Kalau aku pribadi, saat membuat kue bawang ini memakai metode langsung campur semuanya. Jadi semua bumbu dan tepung dicampur menjadi satu kemudian uleni memakai tangan hingga tercampur rata dan kalis. Tapi harap diperhatikan saat menuang santan dilakukan terpisah dan jangan sekaligus ya.. untuk menghindari adonan menjadi lembek karena kebanyakan cairan.

Setelah semua adonan tercampur rata, maka waktunya membentuk adonan. Ada banyak cara untuk  membentuk adonan kue bawang ini loh. bisa menggunakan alat pembuat pasta, atau digiling menggunakan roller kayu kemudian dipotong-potong dengan pisau atau penggaris. bisa juga dengan memakai gunting. Tapi kali ini aku menggunakan garpu untuk membentuk kue bawang menjadi spiral.

Kemudian, setelah semua adonan terbentuk selanjutnya adalah menggoreng kue bawang tersebut dengan minyak panas menggunakan api kecil. goreng hingga berwarna emas kecoklatan dan masukan kedalam toples jika uap panas sudah hilang dan kue sudah dingin.

voila, kue bawang pun jadi! selamat mencoba yaa!